Peran Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 Indonesia memiliki visi Indonesia emas 2045 Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan berkelanjutan dengan mengacu kepada visi dan misi abadi negara yang Merdeka, Bersatu, berdaulat, adil dan Makmur. Pada bidang pendidikan pemerinitah memiliki misi dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Misi tersebut termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Salah satu diantara sasaran utama dari misi untuk 2045 yaitu meningkatkan daya saing sumber daya manusia. Upaya ini dilakukan dengan transformasi sosial untuk pendidikan yang berkualitas dan merata.

Indikator untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dan merata sebagai target Indonesia emas 2045 diantaranya: 1. Hasil Pembelajaran: rerata nilai PISA meningkat, rerata lama sekolah penduduk meningkat, dan harapan lama sekolah juga meningkat. 2. Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi: 31,19 % (2021) dan 3. Persentase pekerja lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang bekerja di bidang keahlian menengah tinggi.

Untuk mencapai indikator tersebut, Pemerintah perlu melakukan kerja keras dan percepatan untuk mantargetkan capaian Indonesia emas 2045 tepatanya pada 100 tahun Indonesia Merdeka. Dari indikator rerata nilai Programme for International Student Assessment (PISA) atau Program Penilaian Pelajar International yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Indonesia mengalami peningkatan, ranking untuk membaca pada 2018 ada di posisi ke-74 dan menjadi ranking 71 di 2022. Untuk ranking matematika naik dari 73 pada 2018 menjadi ranking ke-70 di 2022.

Pada ranking literasi sains, Indonesia menempati ranking 71 pada 2018 dan menempati ranking ke-67 pada tahun 2022. Trend ini mengalami peningkatan yang sangat baik sebagai modal awal untuk mencapai Indonesia emas 2045.
Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) menurut data Badan Pusat Statistik pada tahun 2022 yaitu 31,16 persen dan pada tahun 2023 sebesar 31,45 persen. PK PT pada 2024 adalah 39,37 persen. Pada indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun PK PT Indonesia masih berada di bawah rata-rata global yang 40 persen. Bahkan, lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia (43 persen), Thailand (49,29 persen), dan Singapura (91,09 persen). Penyabab utama rendahnya PK PT Indonesia karena faktor tingginya biaya kuliah dan rendahnya tingkat ekonomi penduduk Indonesia.

Persentase pekerja lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang bekerja di bidang keahlian menengah tinggi. Jadi tolak ukur dari majunya sebuah negara. Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi menjadi faktor kunci yang menentukan seberapa besar jumlah pengangguran pada suatu negara. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi sebuah negara maka semakin rendah angka penganggurannya. Secara populasi, penduduk Indonesia paling besar merupakan tamatan pendidikan dasar. Data Statistik Pendidikan 2022 mencatat, 59,88 persen penduduk Indonesia menamatkan pendidikan dasar. Sementara 29,97 persen merupakan penduduk berpendidikan menengah. Hanya 10,15 persen penduduk yang menamatkan pendidikan tinggi.
Oleh sebab itu, peran Pendidikan menjadi penentu Indonesia untuk bisa menjadi negara maju di usia kemerdekaan Indonesia yang ke 100 tahun, yaitu Indonesia emas tahun 2045. Untuk mewujudkan cita cita tersebut, memerlukan pemerataan Pendidikan antara di kota dan di desa, antara orang kaya dan orang miskin sehingga Pendidikan bisa diakses oleh seluruh warga negara Indonesia sebagai mana di amanatkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1 Setiap “Warga negara berhak mendapat Pendidikan”.

Farhanudin Sholeh
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan STAIM Lumajang

Artikel Terkait

Artikel Terbaru