Menggali Nilai-Nilai dalam Peristiwa Qurban

Qurban merupakan ibadah yang mana ritualnya berupa penyembelihan hewan tertentu sebagai bentuk ungkapan pengabdian seorang hamba kepada Allah Swt. Pengabdian kepada Allah melalui ibadah Qurban memiliki makna yang begitu besar dalam agama islam, bukan hanya sebagai bentuk ketaqwaan semata, akan tetapi juga memiliki dampak dalam aspek Pendidikan dan Ekonomi.

Qurban juga merupakan peristiwa monumental dengan beragam nilai-nilai positif. Qurban pertama adalah ketika Rasul diuji untuk menyembelih putra kesayangannya sebagai wujud ketaatan seorang hamba kepada tuhannya, sehingga dari sini Qurban selain memiliki nilai ibadah sebagai bagian dari ajaran Islam juga tumbuh nilai pendidikan yang sangat luar biasa sebagai hikmah dari adanya peristiwa yang dijalani oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihissalam, Diantaranya:

1. Sabar, Nabi Ibrahim As sudah berpuluh tahun menikah namun belum dikaruniai putra, disinilah kesabarannya diuji, bisa saja Allah Swt memberikan putra kepada Nabi Ibrahim dengan gelar Khalilullah, Namun Allah menundanya dan Nabi Ibrahim menjalani ketentuan Allah dengan penuh kesabaran. Oleh karenanya manusia sebagai makhluk seharusnya berprasangka baik kepada Allah, karena terkadang Allah tidak memberikan apa yang kita minta, tapi memberi apa yang kita butuhkan.
Sebagaimana dalam hadits Qudsi yang disabdakan oleh Rasulullah Saw, bahwa Allah mengikuti prasangka hambanya
(أنا عندظنّ عبدي بي) Sebagian Ulama’ mengartikulasikan bahwa Allah akan menganugerahkan jika hambanya memohon ampunan, Allah akan menerima taubat jika hambanya bertaubat dan akan mengabulkan doa jika hambanya meminta, Allah juga akan memberikan kecukupan jika hambanya meminta cukup.

2. Tawakkal, Setelah peristiwa nabi Ibrahim As menunggu puluhan tahun akan hadirnya buah hatinya, akhirnya Nabi Ibrahim dikaruniai putra yang bernama Ismail Alaihissalam melalui Rahim Siti Hajar, demikian begitu bahagianya nabi Ibrahim Alaihissalam dengan hadirnya putranya Nabi Ismail, namun tiba-tiba ada perintah dari Allah Swt agar nabi Ibrahim Menyembelih Putranya.

Sebagaimana Allah mengabadikan peristiwa ini dalam firmannya Surah Ash-Shaffat Ayat 102
يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ
“Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu”
Ketika menyampaikan kabar tersebut Nabi Ibrahim Alaihissalam menunggu reaksi dari putranya dengan menanyakan pendapatnya.
فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰى”Maka pikirkanlah apa pendapatmu”
Maka Nabi Ismail Alaihissalam menjawab. قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
“Wahai Ayahku, Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar”.

Dialog sosok ayah dan anak diabadikan oleh Allah Swt dalam Al-Qur’an, dalam metode pendidikan pola seperti ini disebut HIWARI atau Dialog antara nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihissalam dalam memutuskan sebuah hal.

3. Ketaudidan, Dalam peristiwa qurban ini Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihissalam kompak dalam menjalani perintah Allah Swt, keduanya berserah diri dan pasrah serta tawakkal menjalani perinta Allah meskipun ketika hendak disembelih Allah menggantikan hewan sembelihan yang di datangkan dari surga, sehingga nilai plusnya bagi Nabi Ibrahim adalah sosok ayah yang memberi contoh ketaatan Allah Harus didahulukan sedangkan Nabi Ismail Alaihissalam sebagai seorang anak mematuhi perintah ayahnya sebagai wujud bakti seorang anak dan sebagai ungkapan taat seorang hamba kepada Allah.

Qurban juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, jutaan hewan qurban disembelih setiap tahun di seluruh dunia, tentunya hewan qurban yang sudah memenuhi setandart syarat sahnya hewan yang diqurbankan, seperti Kambing, Sapi, Kerbau dan unta.

Pelaksanaan ibadah Qurban mendorong peningkatan permintaan hewan qurban, sehingga memberi kesempatan bagi peternak dan pedagang untuk mendapatkan dan meningkatkan penghasilan, kualitas harga hewan ternak di pasar Qurban sangat naik drastis dari standart harga pada waktu di luar nuansa Qurban, selain itu daging hewan Qurban dibagikan rata kepada masyarakat sebagai bentuk terciptanya rasa kebersamaan, persatuan dan saling peduli antar sesama muslim.

Sebagai kesimpulan dari tulisan ini, Nilai-nilai dalam peristiwa qurban memainkan peran penting dalam kehidupan ummat muslim, melalui Qurban ummat muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat keimanan sebagaimana aspek dari nilai pendidikan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihisalam yang penuh ketaatan dan kesabaran, Senyatanya harta yang diqurbankan itu tidaklah berkurang, tetapi bertambah, Sehingga jika kita mampu dalam berqurban, maka berqurbanlah, sesunggunya hewan yang kita qurbankan sekarang ini kelak akan menjadi tunggangan untuk kita menuju ke surganya Allah Swt.

Anas Mahfud, M.H

Artikel Terkait

Artikel Terbaru