Meneladani Strategi Bisnis Rosulullah

Dunia bisnis akhir-akhir ini menjadi peluang yang mulai banyak dijajaki oleh masyarakat. Mulai berkembangnya sumber daya manusia yang menghasilkan berbagai macam inovasi, serta didukung dengan berkembangnya teknologi menjadi peluang yang kemudian banyak diambil dalam memulai atau mengambangkan bisnisnya.

Dalam Islam, bisnis tidak hanya berorientasi pada profit saja, namun harus ada kemanfataan yang dirasakan oleh masing-masing pihak, baik itu pelaku bisnis, mitra kerja, dan juga konsumen. Selain itu orientasi bisnis dalam Islam adanya keberlanjutan, yaitu bisnis yang dijalankan untuk bias terus eksis yang perkembang sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan. Keberlanjutan ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi orang-orang yang terlibat dalam bisnis yang kita jalankan.

Nabi Muhammad Saw merupakan contoh pelaku bisnis yang sukses menjalankan bisnisnya. Strategi marketing dan sistem manajemannya memberikan kepercayaan kepada konsumen, sehingga dapat meningkatkan dan menjaga stabilitas bisnis. Dalam buku bisnis ala nabi yang ditulis oleh Musthafa Kamal terdapat beberapa hal yang selalu dilakukan Nabi Muhammad dalam menjalankan bisnis, melekat pada beliau

Pertama adanya kejujuran. Nabi Muhammad Saw menjadi pelaku bisnis yang paling disukai karena sifat kejujuran yang mampu memberikan kepercayaan kepada pathner bisnis dan juga konsumen. Sifat kejujuran menjadi sifat yang paling mendasar yang berdampak banyak pada bisnis.

Kedua sistem ekonomi yang bebas dari persaingan usaha yang tidak sehat. Dalam sejarah perjalanan bisnis Rosulullah Saw, kerap kali Rosulullah melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan tidak adanya tindakan yang mengandung unsur persaingan usaha yang tidak sehat.

Ketiga sistem konsumsi, produksi, dan distribusi, tiga komponen yang menjadi dasar dalam kegiatan ekonomi. Contoh yang diberikan Rosulullah dalam konsumsi, yaitu kebutuhan pokok bukan hanya menjadi satu-satunya yang dapat dikonsumsi, tapi hal-hal yang yang membuat senang atau indah juga bias dikonsumsi dengan batas-batas yang tidak keluar dari ketentuan yang ada. Dalam hal produksi harus adanya inovasi baru yang muncul dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Sedangkan dalam distribusi, Rosulullah tidak pernah

Sebagai ummat Nabi Muhammad yang baik, strategi yang dilakukan dalam menjalankan bisnis seharusnya dapat menjadi contoh dalam mengembangkan bisnis kita. Selain keuntungan yang diharapkan dalam bisnis, terdapat keberkahan dan kemanfataan tidak kalah pentingnya dalam bisnis yang kita kembangkan. Semoga kita selalu menjadi ummat Nabi Muhammad yang mendapatkan syafaat, serta selalu meneladani apa yang sudah dicontohkan. Aaamiinn

Arifatul Uyun

 

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

Artikel Terkait

Artikel Terbaru