STIS Miftahul Ulum Study Banding ke Universitas Nurul Jadid

PROBOLINGGO – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Miftahul Ulum melakukan study banding ke Universitas Nurul Jadid Probolinggo terkait Tata Kelola Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Ilmiah serta Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pesantren, Senin 17 Oktober 2022.

Rombongan STIS Miftahul Ulum tiba di wisma dosen Universitas Nurul Jadid sekira pukul 10.00 dan diterima langsung oleh LP3M UNJ.

“Terima kasih atas sambutannya yang sangat luar biasa ini, di sini kami dari STIS Mftahul Ulum sengaja bertamu untuk belajar dan mengaji bukan untuk study banding sebab tidak ada yang perlu dibanding-bandingkan, kami juga mohon maaf apabila kedatangan kami telat cukup lama karena banyak kendala selama di jalan,” ujar Waka I STIS Miftahul Ulum Farhanudin Sholeh.

Farhanudin Sholeh menyampaikan bahwa STIS Miftahul Ulum memiliki ikatan dengan Universitas Nurul Jadid sebab proses berdirinya STISMU dulunya juga meminta saran dan masukan dari UNJ. Sehingga, ke depan diharapkan juga ada ikatan MoU agar bisa berkolaborasi untuk sama-sama saling bersinergi dalam banyak hal guna kemajuan masing-masing kampus.

Ketua LP3M STIS Miftahul Ulum, Khotibul Umam berharap, kedatangannya bersama rombongan dapat belajar banyak bagaimana konsep KKN yang diterapkan di Universitas Nurul Jadid, berikut juga dengan tata kelola penelitian, pengabdian dan publikasi ilmiah.

Sementara itu, Ketua LP3M Universitas Nurul Jadid Achmad Fawaid menjelaskan bahwa di Universitas Nurul Jadid untuk anggaran penelitian tidak ada, “Barangkali juga sama dengan STIS Miftahul Ulum, kita tidak menyediakan anggaran penelitian sebagaimana kampus besar yang dibuat kompetitif,” katanya.

Namun demikian, kata dia, UNJ memanfaatkan anggaran KKN yang besar sekalian untuk dosen dan mahasiswa agar produktif membuat jurnal penelitian dan pengabdian.
“Kalau mahasiswa tidak mengumpulkan jurnal maka tidak akan lulus KKN nya demikian pula dengan dosen, apabila tidak mengumpulkan pengabdiannya maka mahasiswanya tidak lulus sehingga dosen akan dikejar mahasiswa agar segera menyelesaikannya,” bebernya.

Konsep demikian, sambungnya, diharap penelitian dan pengabdian nantinya menjadi sistem yang organik, tanpa harus ada tuntutan dosen dan mahasiswa akan terbiasa dengan laporan penelitian dan pengabdian.

“Kegiatan yang tidak terdokumentasi dan tidak teradministrasi dengan baik itu kegiatan bodong. Tapi, kegiatan bodong namun bila terdokumentasi dan teradministasi dengan baik bisa menjadi kegiatan yang baik pula,” ungkapnya.

Penulis: Robith
Editor: Fahmi
Publiser: Robith Fahmi

Artikel Terkait

Artikel Terbaru