Pola Asuh Orang Tua Menentukan Masa Depan Anak

Pola asuh orang tua merupakan interaksi orang tua kepada anak, dimana orang tua mengajarkan anaknya mulai dari sikap, perilaku, sopan santun, attitude, kedisiplinan dan pengetahuan. Proses orang tua mengasuh anak memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Pola asuh ini bertujuan untuk mengajak orang tua bersama sama memberikan yang terbaik untuk anak anak mereka.

Parenting adalah ilmu tentang mengasuh, membimbing, serta mendidik anak dengan baik dan benar. Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya, oleh karena itu sebelum membimbing dan mengasuh anak, orang tua harus memiliki ilmu terlebih dahulu. Parenting sangatlah penting untuk dipelajari sebab akan menentukan bagaimana karakter anak nantinya, mulai dari cara bersikap sopan santun anak kepada orang tua dan orang lain, serta menjadikan anak mempunyai pribadi yang ceria, optimis, dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan yang baru.

Banyak sekali orang tua yang belum sadar akan pentingnya ilmu parenting dan mengabaikannya. Padahal, dari hal mendasar seperti membentak saja dampaknya bisa sangat fatal untuk masa depan anak. Jika orang tua membentak dan selalu mengkritik anak sejak dari kecil, dia akan mengalami trauma dan juga akan menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Para orang tua juga perlu tahu bahwa anak anak ini belum bisa mengelola emosi dengan baik, jadi jika membentak anak akan menjadi pribadi yang tertutup dan akan memendam apa yang dia rasakan dan akan menjadi beban mental tersendiri.

Banyak sekali anak berbakat yang pada akhirnya tidak sukses karena merupakan seorang peragu yang mungkin terjadi karena saat kecil anak tidak diberi kesempatan untuk memilih dalam mengambil keputusan, dan saat remaja orang tua selalu menyepelekan pilihannya, sering menganggap anak tidak mampu untuk memutuskan suatu permasalahannya sendiri, bahkan sering membentak anak. Karena itu anak akan tumbuh menjadi sosok yang ragu akan kemampuannya sendiri, minder, dan menarik diri dari pergaulan alias Introvert.

Banyak orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi anak yang sukses, namun sangat sedikit orang tua yang melatih anaknya untuk menjadi pribadi yang dapat berpikir kritis. Menurut saya, salah satu faktor penting untuk melatih anak berpikir kritis adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan mengambil keputusannya sendiri. Karena jika orang tua terus menerus memaksa anak untuk memilih dan mengikuti pilihan orang tua, maka kemampuan anak untuk menganalisa dan menimbang sebuah masalah akan berkurang.

Selain itu orang tua juga perlu mengajarkan anak untuk menyalurkan emosi dengan cara validasi perasaannya. Orang tua yang selalu bersikeras mendidik anak dengan cara mengekang, maka anak akan diam diam pandai berbohong, mempunyai kepribadian lain di luar rumah, kesulitan mengendalikan emosi, dan yang terburuk ialah melakukan hal hal yang lebih parah dari yang dilarang oleh orang tuanya, seperti Film yang pernah booming di zamannya “Akibat pergaulan bebas”, bukankah film ini menceritakan tentang seorang anak yang dahulunya sering dikekang oleh orang tuanya, sering dibentak, dan bahkan mengabaikan nya, yang kemudian tidak ada lagi kalimat “Baiti Jannati” yang membuat anak menjadi tidak betah di dalam rumah sehingga dia mencari kenyamanan di luar, dan pada akhirnya mengakibatkan pergaulan bebas.

Sebenarnya niat orang tuanya baik, akan tetapi caranya lah yang salah.
Maka dari itu, para orang tua harus selalu berdiskusi dan menjalin kedekatan dengan anak, sampaikan kepada anak apa yang membuat kita khawatir akan pilihannya. Dengan demikian orang tua dapat mencari jalan tengah antara kemauan orang tua dan kemauan anak, dan membangun hubungan yang harmonis dengan anak tanpa merusak masa depan mereka.

Selain itu sebagai orang tua, khususnya sebagai seorang ibu, perlu mempersiapkan secara matang, baik fisik maupun mental sebelum menikah. Yang mana pada sejak tahun 2022 pemerintah telah menetapkan peraturan diadakannya Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas untuk mendampingi khususnya kaum wanita yang akan menikah, hamil, melahirkan, dan kemudian akan menjadi seorang ibu yang akan menentukan karakter masa depan anaknya.

Pendampingan TPK ini selain bertujuan untuk mendeteksi dini faktor stunting dan melakukan upaya meminimalisir faktor resiko stunting, juga bertujuan untuk memberikan parenting kepada calon ibu dan kepada seorang ibu tentang bagaimana cara memberikan pola Asah, Asih, dan Asuh yang baik dan tepat kepada anak sejak dini. Harapannya, para orang tua sadar akan pentingnya Parenting sejak dini untuk dapat meminimalisir angka tinggi resiko stunting yang akan menghambat pola Asah, Asih, dan Asuh yang baik dan tepat kepada anak, sehinggan tidak ada lagi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, yang mengakibatkan karakter anak menjadi tidak baik di masa yang akan datang.

Khoirotul Imamah
Mahasiswa PGMI STAIM Lumajang

Artikel Terkait

Artikel Terbaru