No Insecure, Harus Bersyukur

Abad ke 20 Masehi sering disebut dengan abad kecemasan (the Age of Anxiety). Rasa Insecure kerap melanda berbagai kalangan dari dewasa hingga remaja. Insecure dalam KBBI memiliki makna perasaan tidak aman dan gelisah. Insecure ialah tindakan merendahkan diri sendiri dengan membandingkan diri dengan orang lain yang dianggap lebih sempurna dibandingkan dirinya sendiri. Jika sering terjadi pada diri seseorang, insecure mempengaruhi kesehatan mental. Insecure dalam istilah bahasa Arab menggunakan kata khauf (takut), yahzan (sedih), halu’a (gelisah).

Al-Qur’an mengungkap insecure dengan kata khauf dan diulang selama 20 kali di berbagai surat. M. Quraish Shihab dalam menafsirkan makna khauf dalam Q.S. Yunus ayat 62 ialah kegoncangan hati yang menyangkut suatu hal negatif di masa yang akan datang. Al-Qur’an juga menawarkan cara mengatasi insecure ialah dengan bersyukur. Insecure sering terjadi pada wanita yang merasa tidak puas dengan apa yang terjadi pada fisiknya. Misal melihat badan orang lain lebih ideal tapi tidak dengan dirinya. Laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwim bahwa Sungguh, kami (Allah) telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, merupakan firman Allah yang bisa dijadikan semangat untuk tidak insecure lagi dan menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur.

Terkait dengan cara mengatasi insecure, yang perlu ditekankan ialah bagaimana manusia bersyukur atas apa yang telah Allah gariskan dalam hidup. Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu sia-sia bahkan sebutir debu sekalipun berguna untuk dipergunakan tayammum. Jadi, kembangkan skill percaya diri dan selalu mensyukuri hidup. Life is enjoy and life must be happy 😊

Penulis: Siti Kholifah (Mahasiswi Prodi MPI smt 4)

Editor: Nabila N.A

Artikel Terkait

Artikel Terbaru