Menyambut Maulid Nabi

Bila hari kemerdekaan republik Indonesia atau HUT RI dimeriahkan dengan beberapa persiapan yang luar biasa maka sangatlah pantas bila persiapan datangnya bulan Maulid lebih semarak lagi.

Konon kata para sesepuh datangnya bulan Maulid bisa ditandai dengan banyaknya pohon buah-buahan yang mulai berbunga dan muncul buahnya sehingga dapat dinikmati ketika bulan Maulid tiba.

Bulan Rabi’ul Awwal atau bulan Maulid merupakan bulan dilahirkannya nabi agung Muhammad Saw tepatnya tanggal 12 Rabi’ul Awwal yang mana dalam Hadis Qudsi Allah menyatakan “Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, niscaya tidak akan aku ciptakan alam semesta ini”.

Kemerdekaan Republik Indonesia juga berkat para leluhur pahlawan yang mayoritas masyarakat Indonesia semarak memeriahkannya. Perayaan Maulid nabipun seyogyanya lebih semarak sebab nabi Muhammad Saw bukan hanya pahlawan tapi diatasnya pahlawan, bukan hanya karunia besar terhadap negeri ini tapi alam semesta.

Allah SWT memuji orang-orang mukmin dengan diutusnya Rasulullah melalui firman-nya “Sungguh-sungguh Allah ta’ala telah memberikan karunia bagi orang-orang beriman tatkala Dia mengutus bagi mereka seorang Rasul”. (QS Ali Imran: 164)

Terkait hukum maulidpun sudah selesai menjadi pembahasan para ulama’ Salafus Sholih.

Al-Imam Jalaluddin Al-Shuyuthi (849-910 H/1445-1505 M) dalam “Husnu Al-Maqshid Fi ‘Amal Al-Maulid”.  menyatakan perayaan maulid nabi termasuk Bid`ah Hasanah (Bid`ah yang baik) yang melakukannya akan memperoleh pahala. Karena perkara seperti itu merupakan perbuatan mengagungkan tentang kedudukan Rosulullah Saw dan merupakan menampakkan (Menzhahirkan) akan rasa gembira dan suka cita dengan kelahirannya (Rasulullah) yang mulia.

Beberapa cara dan tradisi merayakan Maulid nabi ulama’ tidak mempermasalahkan, selama tidak ada keharaman didalamnya. Dalam sebuah kaidah fiqh menyatakan “Tidak semestinya keluar dari adat-adat atau tradisi masyarakat kecuali dalam hal yang diharamkan”.

Maulid nabi isinya adalah pembacaan sejarah, dan keagungan Rasulullah Saw sehingga sangatlah pantas bagi seorang muslim untuk mengingatkan betapa pentingnya Maulid nabi. Semoga syiar Islam lebih semarak dengan semarak nya Maulid nabi Muhammad Saw. Sehingga negeri ini menjadi negeri yang Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur.

Penulis: Sufyan Huda
Editor: Robith
Publiser: Robith

Artikel Terkait

YANG BERBEDA

Artikel Terbaru